Novel ini bercerita tentang Ibnu Sabil, pemuda dari keluarga kaya yang merasa terkekang oleh tuntutan orang tuanya yang terlalu mementingkan gengsi, menyuruhnya kuliah di bidang yang tidak disukainya, demi mengejar harta dan status.
"Cinta". Ya cinta. Kata itu tiba-tiba terlontar dengan derasnya dari mulut si Gadis bagaikan peluru yang muntah dari selongsong senapan. Sangat cepat, menyakinkan dan langsung menembus jantung sasaran.Cinta ?, kata ketiga lelaki itu serempak, persis seperti ucapan aamiien yang keluar dari mulut orang-orang yang sedang sholat jamaah."Ketauilah, cinta sangat penting bagi kalian semua.Cinta sangat…
"Pada minggu-minggu pertama tinggal di Belanda, saya mengalami kehilangan yang sangat di tengah-tengah budaya masyarakat yang begitu duniawi. Bahkan azan pun yang sering terlupakan selama di lndonesia baru terasa sebagai sesuatu yang sangat berharga. Di saat-saat seperti ini tausyiah-tausyiah terasa urgen untuk menjaga spirit ruhani dan menumbuhkan kehidupan lslami. Dan hikmah serta cerita meme…
"Raumanen seorang gadis cantik, rajin, independen. Monang seorang pemuda flamboyan, doyan pesta, bermobil sedan mengkilap mewah merek Impala. Raumanen orang Manado, Monang orang Batak, walaupun keduanya besar di Jakarta.Tentu saja mereka jatuh cinta. Perasaan yang menyusup perlahan-lahan dan baru mereka sadari setelah menjungkirbalikkan semuanya di dunia mereka."
Bagaimana kita menyikapi hal ini? Tidak hanya itu saja— Cak Nun yang sangat peduli dengan rakyat kecil—gelisah dengan musibah Pasar Turi di Surabaya, gelisah dengan nasib TKI di Malaysia, gelisah dengan masalah lumpur Lapindo yang tak kunjung usai. Bahkan, kegelisahannya bertambah, soal Pilkada yang cenderung kisruh di berbagai daerah. Serta tulisan lain seperti Austranesia, Pecel Suriname,…