Text
Cinta Terkalang
Novel ini sangat kental dengan adat, sebagaimana novel-novel Buya Hamka yang lain. Seorang Adnan begitu dipersiapkan oleh ibunya untuk merantau, dikasih modal awal yang paling urgen. Pertama, nasi sekampir sebagai bekal untuk diperjalanan. Kedua, samba lado sebungkus untuk lauk pauk. Ketiga, tulang punggung sendiri yang harus siap sedia untuk mengarungi kehidupan di perantauan (hlm. 1). Perantauan yang dilakukan Adnan (19 tahun) dengan maksud untuk mendapatkan modal pernikahan. Ia telah jatuh hati dan bertunangan dengan Syamsiah (16 tahun). Pertunangan antara Syamsiah dengan Adnan tidak terlepas dari persahabatan antara ibu dari Syamsiah (almarhumah) dan ibu Adnan.Namun, nasib Adnan di perantauan tidak begitu elok. Ia mengalami kerugian akibat dirampok oleh kawanan pencuri yang berjumlah banyak. Oleh sebab itu, ia mengurungkan niat untuk pulang karena tidak ada 'laba' yang akan dibawa pulang.Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Resensi | Cinta yang Tak Kesampaian", Klik untuk baca:https://www.kompasiana.com/inamulhasan/5df05480d541df6c40134602/resensi-cinta-yang-tak-kesampaianKreator: Inamul Hasan
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain